Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

Budidaya Durian Bawor

Budidaya Durian Bawor
Durian bawor adalah salah satu durian unggul  yang terkenal memiliki rasanya yang lezat. Secara morfologis, durian bawor adalah durian montong orange yang memiliki batang yang disambung langsung dengan tanaman durian lain yang menjadi “kaki baru” dengan berbagai macam tujuan . salah satu diantaranya adalah untuk mempercepat pertumbuhan karena menyerap unsur hara yang lebih banyak.
Durian Bawor memiliki beberapa keunggulan. Durian ini cocok ditanam di daerah dataran rendah, yakni 6-600 di atas permukaan laut. Sehingga kota kota dengan dataran rendah seperti Jakarta, Cirebon, Semarang, Pati, Kudus, Jepara, Ponorogo, Trengalek dan seterusnya cocok untuk membudidayakan durian bawor.
Keunggulan berikutnya, tanaman ini tidak mudah roboh karena tambahan kaki baru. Durian bawor dikenal memiliki banyak kaki sehingga akar akarnya kuat dan cepat tumbuh lebat sehingga menghasilkan panen yang melimpah pula.
Tanaman durian juga memiliki nilai seni mengingat bentuk tanamannya …

Hama Tanaman Durian (Bagian II)

Hama Tanaman Durian (Bagian II) Kutu Loncat Durian
Kutu loncat durian adalah salah satu hama tanaman yang kerap mengganggu tanaman durian. Hewan berjenis serangga ini memiliki ciri ciri berwarna tubuh kecoklatan  dan diselimuti benang benang lilin putihhasil sekresi tubuhnya. Bentuk tubuh sayap dan tungkainnya mirip dengan kutu loncat yang menyerang tanaman lamtoro.
Pertanyaanya, bagaimana gejala atau tanda tanda bahwa tanaman durian terserang hama ini? Ya kutu loncat bergerombol menyerang pucuk daun yang masih muda dengan cara menghisap cairan pada tulang tulang daun sehingga daun daun akan kerdil dan pertumbuhannya terhambat. Setelah menghisap cairan, kutu ini mengeluarkan cairan getah bening yang pekat rasanya manis dan merata ke seluruh permukaan daun sehingga mengundang semut semut bergerombol.
Bagaimana pengendaliannya?, pengendaliannya tentu saja daun daun dan ranting ranting yang terserang dipangkas untuk dimusnahkan. Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan menyempr…

Hama yang biasa Menimpa Budidaya Durian (bagian 1)

Hama yang biasa Menimpa Budidaya Durian (bagian 1)Ulat penggerek BungaUlat penggerek bunga adalah salah satu hama yang biasa menyerang tanaman, termasuk pada tanaman durian. Ulat penggerek bunga memiliki ciri ciri warna tubuhnya hijau seperti daun dan kepalanya merah coklat. Setelah menjadi kupu kupu berwarna merah sawo agak kecoklatan abu abu dan bertubuh langsing.
Gejala yang diakibatkan dari adanya hama ini adalah kuncup bunga yang terserang akan rusak dan putiknya banyak yang berguguran. Demikian pula benang sari dan tajuk bungannya pun rusak semua, sedangkan kuncup dan putik patah karena luka digerek ulat. Tanaman durian yang terkena hama ini berpotensi menular dan menyebar ke tanaman lain bila tidak segera ditangani.
Lalu pertanyaanya, bagaimana cara mengendalikannya? Tenang saja pengendaliannya tentu saja secara alami adalah menaruh preadtor pemakan hama seperti semut rangrang di tanaman kebun durian anda. Cara alami ini dipercaya lebih aman dan bisa mencegah terjadinya hama.
Nam…

Membuat durian berbuah di luar musim

Membuat durian berbuah di luar musim
Secara umum, tanaman durian mulai berbuah di bulan Agustus sampai November. Namun, seiring perkembangan zaman, kini durian bisa dkembangkan dan dipanen tanpa mengenal musim. Anda tentu penasaran bagaimana cara membuat durian tetap berbuah, walau di luar musim? Berikut ulasannya
Pertama, cara mekanis. Cara ini sudah banyak dilakukan oleh nenek moyang kita yang berkebun durian sejak lama. Pada prinsipnya, cara mekanis ini mengubah perbandingan unsur karbon dan nitrogen dalam tanaman. Nah, cara mekanis ini bisa dilakukan dengan lima cara berikut ini. Pertama, kerat. Yaitu dengan mengerat pembuluh floem (kulit pohon) secara melingkar sepanjang lingkaran pohon sampai terlihat pembuluh xylem (kayu pohon). Kedua, Pruning. Yaitu dengan memangkas daun, cabang dan ranting pohon gundul atau hanya menyisakan sedikit daun (kira kira 100 daun untuk 1 kg buah)
Ketiga, pelukaan. Yaitu dengan melukai pembuluh floem dengan benda tajam. Bentuknya bisa dengan mengerok, m…