Senin, 30 November 2015

Daftar Varietas Durian Unggul

Daftar Varietas Durian Unggul


No
Varietas
Produksi/thun
Asal
38
Tong Medaye
900-1,000 buah
Nusa Tenggara Barat
39
Tampilan
150-200 buah
Sulawesi Tengah
40
Raja
100-150 buah
Sulawesi Tengah
41
Gantar Bumi
200-300 buah
Barito Utara, Kalteng
42
Gelapir
150-250 buah
Katingan, Kalteng
43
Kelapa Gajah
350-500
Sumbawa, NTB
44
Kayan
200-300
Bulungan, Kalimantan Timur
45
Sedapir
650-750
Sumbawa, NTB
46
Simemang
200-400
Banjarnegara, Jateng
47
Ripto
225 buah
Trenggalek, Jatim
48
Selat
170-200 buah
Simpang Selat, Kec Jaluko, Jambi
49
Salisun
300-400
Nunukan, Kaltim
50
Bentara
125-175
Batu Layang Kec Kerkap, Bengkulu
51
Kelud
120-160
Gadungan, Kec Puncu Kediri
52
Bido Wonosalam
80-190
Jarak, Wonosalam, Jombang
53
Batuah
300-400
Batuah, Loa Janan, Kutai Kertanegara, Kaltim
54
Bestala
450 kg
Buleleng, Bali

Menoreh Kuning
570-1500 kg
Potronalan, Banjaroyo, Kalibawang, Yogya
56
Menoreh Jambon
270-480 kg
Potronalan, Banjaroyo, Kalibawang, Yogya
57
Tawing
750-1600 kg
Tawing, Plaosan, Magetan, Jatim
58
Lawkra
400-600 kg
Mojogedang, Karanganyar




Minggu, 22 November 2015

Daftar Varietas Durian Unggul II



Daftar Varietas Durian Unggul II

Indonesia memang negara yang kaya akan varietas tanaman. Salah satunya adalah durian. Durian rupanya memiliki banyak nama, jenis varietas dan rasa yang beragam. Buah yang dikenal dengan sebutan raja buah ini memang menjadi salah satu sumber kekayaan hayati asli negeri ini yang memiliki potensi yang patut disyukuri dan dilestarikan. Itulah sebabnya, Bibit Durian aneka varietas ini perlu pula dikembangkan. 

Berikut varietas durian bagian II (melanjutkan artikel kemarin). 

No.
Varietas
Produksi Buah/tahun
Asal
1
Mansau
200-350 buah
Nanga Pinoh, Kalbar
2
Aspar
150-250 buah
Pelanan Mabah, Kalbar
3
Raja Mbah
150-200 buah
Mabah, Kalbar
4
Sawah Mas
150-250 buah
Mabah, Kalbar
5
Kalapat
150-200 buah
Kayu Tanam, Kalbar
6
Matahari
50-250 buah
Bogor, Cimahpar, Jabar
7
Hepe
150-250 buah
Bogor, Jonggol, Jabar
8
Bantal Mas
400-900 buah
Lahat Sumatra Selatan
9
Bakul
300-500 buah
Ujan Mas, Pinang, Sumsel
10
Asoe Kaya
200-250 buah
Nusa Mas, Pinang Aceh
11
Pha Gajah
150- 200 buah
Tj Adin Aceh Utara Aceh
12
Soya
100-150 buah
Ambon Maluku
13
Putar Alam
300-400 buah
Bandar Lampung, Lampung
14
Takada 02
350-600 buah
KK Balitbu, Solok
15
Namlung Petaling 06
225-550 buah
IP2TP Petaling Bangka
16
Sipayuk
300-400 buah
Lombok Barat, NTB
17
Ligit
200-400 buah
Kutai, Kaltim
18
Mawar
300 buah
Kutai, Kaltim
19
Kajang
300-400 buah
Tanggamus, Lampung
20
Dahlan
150-200 buah
Lampung Timur Lampung




Rabu, 21 Oktober 2015

Budidaya Durian Bawor


Budidaya Durian Bawor


Durian bawor adalah salah satu durian unggul  yang terkenal memiliki rasanya yang lezat. Secara morfologis, durian bawor adalah durian montong orange yang memiliki batang yang disambung langsung dengan tanaman durian lain yang menjadi “kaki baru” dengan berbagai macam tujuan . salah satu diantaranya adalah untuk mempercepat pertumbuhan karena menyerap unsur hara yang lebih banyak.

Durian Bawor memiliki beberapa keunggulan. Durian ini cocok ditanam di daerah dataran rendah, yakni 6-600 di atas permukaan laut. Sehingga kota kota dengan dataran rendah seperti Jakarta, Cirebon, Semarang, Pati, Kudus, Jepara, Ponorogo, Trengalek dan seterusnya cocok untuk membudidayakan durian bawor.

Keunggulan berikutnya, tanaman ini tidak mudah roboh karena tambahan kaki baru. Durian bawor dikenal memiliki banyak kaki sehingga akar akarnya kuat dan cepat tumbuh lebat sehingga menghasilkan panen yang melimpah pula.

Tanaman durian juga memiliki nilai seni mengingat bentuk tanamannya yang indah. Di samping itu, tanaman durian bawor mampu mencegah erosi yang berakibat banjir. Maka, tanaman durian cocok pula di tanam di pinggir kali atau lereng lereng supaya mencegah terjadinya longsor dan banjir. Di samping itu, tanaman durian bawor juga mambantu peningkatan cadangan air di sekitar lokasi budidayannya. Manfaat lainnya, membuat suhu sekitar menjadi sejuk, rindang dan membantu penyelamatan iklim dunia dari pemanasan global.

Anda berminat budidaya durian bawor? kami sedia bibit durian bawor dengan harga terjangkau. Kami siap kirim kirim ke seluruh Indonesia. Utamanya Jawa dan Sumatra. Selain sedia bibit durian bawor, kami juga sedia bibit durian montong berkaki tiga, dan bibit durian musang king. 


durian bawor

Kamis, 15 Oktober 2015

Hama Tanaman Durian (Bagian II)


Hama Tanaman Durian (Bagian II)

Kutu Loncat Durian


Kutu loncat durian adalah salah satu hama tanaman yang kerap mengganggu tanaman durian. Hewan berjenis serangga ini memiliki ciri ciri berwarna tubuh kecoklatan  dan diselimuti benang benang lilin putihhasil sekresi tubuhnya. Bentuk tubuh sayap dan tungkainnya mirip dengan kutu loncat yang menyerang tanaman lamtoro.

Pertanyaanya, bagaimana gejala atau tanda tanda bahwa tanaman durian terserang hama ini? Ya kutu loncat bergerombol menyerang pucuk daun yang masih muda dengan cara menghisap cairan pada tulang tulang daun sehingga daun daun akan kerdil dan pertumbuhannya terhambat. Setelah menghisap cairan, kutu ini mengeluarkan cairan getah bening yang pekat rasanya manis dan merata ke seluruh permukaan daun sehingga mengundang semut semut bergerombol.

Bagaimana pengendaliannya?, pengendaliannya tentu saja daun daun dan ranting ranting yang terserang dipangkas untuk dimusnahkan. Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida Supracide 40 EC dosis 100-150 gram/5 liter air.
hama durian kutu loncat daun
hama tanaman durian.


Anda berminat budidaya durian? Kami sedia dan jual bibit durian unggul kualitas super dan siap kirim ke seluruh indonesia. Cara transaksi bisa dengan datang langsung ke lokasi pembibitan kami di Sleman Jogjakarta. Untuk wilayah Jogja, Bantul, Wonosari Klaten, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Kulon Progo dan sekitarnya bisa langsung datang ke kami. Untuk radius jauh bisa lewat telpon dan kami kirim via travel atau ekspedisi kereta dan darat.



Senin, 12 Oktober 2015

Hama yang biasa Menimpa Budidaya Durian (bagian 1)



 Hama yang biasa Menimpa Budidaya Durian (bagian 1)

 Ulat penggerek Bunga

Ulat penggerek bunga adalah salah satu hama yang biasa menyerang tanaman, termasuk pada tanaman durian. Ulat penggerek bunga memiliki ciri ciri warna tubuhnya hijau seperti daun dan kepalanya merah coklat. Setelah menjadi kupu kupu berwarna merah sawo agak kecoklatan abu abu dan bertubuh langsing.

Gejala yang diakibatkan dari adanya hama ini adalah kuncup bunga yang terserang akan rusak dan putiknya banyak yang berguguran. Demikian pula benang sari dan tajuk bungannya pun rusak semua, sedangkan kuncup dan putik patah karena luka digerek ulat. Tanaman durian yang terkena hama ini berpotensi menular dan menyebar ke tanaman lain bila tidak segera ditangani.

Lalu pertanyaanya, bagaimana cara mengendalikannya? Tenang saja pengendaliannya tentu saja secara alami adalah menaruh preadtor pemakan hama seperti semut rangrang di tanaman kebun durian anda. Cara alami ini dipercaya lebih aman dan bisa mencegah terjadinya hama.

Namun bila anda menginginkan cara cepat bisa dengan menyemprotkan obat obatan seperti supracide 40 EC, Nuvacrom SWC, perfekhthion 400 EC (Eimetoat 400 gram/ liter.


 Anda tertarik budidaya durian unggul? Kami siap membantu anda dengan menyediakan aneka macam bibit durian unggul seperti bibitdurian montong, bibit durian bawor, bibit durian menoreh, bibit durian musangking dan bibit durian petruk dengan harga terjangkau dan murah. Siap melayani pengiriman ke seluruh Indonesia dengan jalur travel, kereta api dan pesawat. 

hama budidaya durian

Kamis, 01 Oktober 2015

Membuat durian berbuah di luar musim

 

Membuat durian berbuah di luar musim


Secara umum, tanaman durian mulai berbuah di bulan Agustus sampai November. Namun, seiring perkembangan zaman, kini durian bisa dkembangkan dan dipanen tanpa mengenal musim. Anda tentu penasaran bagaimana cara membuat durian tetap berbuah, walau di luar musim? Berikut ulasannya

Pertama, cara mekanis. Cara ini sudah banyak dilakukan oleh nenek moyang kita yang berkebun durian sejak lama. Pada prinsipnya, cara mekanis ini mengubah perbandingan unsur karbon dan nitrogen dalam tanaman. Nah, cara mekanis ini bisa dilakukan dengan lima cara berikut ini.
Pertama, kerat. Yaitu dengan mengerat pembuluh floem (kulit pohon) secara melingkar sepanjang lingkaran pohon sampai terlihat pembuluh xylem (kayu pohon). Kedua, Pruning. Yaitu dengan memangkas daun, cabang dan ranting pohon gundul atau hanya menyisakan sedikit daun (kira kira 100 daun untuk 1 kg buah)

Ketiga, pelukaan. Yaitu dengan melukai pembuluh floem dengan benda tajam. Bentuknya bisa dengan mengerok, mencacah, memaku atau mengiris kayu. Keempat dengan pengikatan yaitu mengikat erat pohon dengan kawat sehingga transpor hasil fotosintesa pembuluh floem terhambat.
Keempat, stressing air. Yaitu dengan tidak menyiram tanaman hingga titik layu permanen. Kemudian, dengan tiba tiba dilakukan penggenangan pada perakaran dan pangkal batang hingga jenuh air dalam waktu tertentu.

Cara kedua dengan cara kimiawi. Cara kimiawi ini dengan menggunakan zat agrochemica yaitu sejenis bahan zat aktif pengatur tumbuh (ZPT). Teknologi ini mengubah fisiologis tanaman dengan cara menghambat fase pertumbuhan vegetatif dengan peran hormon atau senyawa kimia tertentu agar muncul fase generatif (bunga dan buah). (Sobir Phd. 2010)

Anda berminat budidaya durian? Kami sedia bibit durian montong, bibit durian bawor dan bibit durian musang king


bibit durian



Baca Juga