Langsung ke konten utama

Penyakit Busuk Akar dalam Budidaya Durian


Penyakit Busuk Akar dan Pengendaliannya

Tanaman durian kadang kala terserang penyakit yang disebut busuk akar dan disebabkan oleh bakteri atau virus yang disebut Phytium complectens Braun. Bagaimana gejalanya?, penyakit ini memiliki gejala berikut ini.

Serangan dimulai dari akar ditandai dengan  timbulnya bercak nekrotik pada akar lateral, dimulai dari bagian ujung. Nila dilihat dari luar, akar yang sakit tampak normal, tetapi jaringan kulitnya menjadi coklat tua dan bagian berkayu berwarna merah muda. Pada tingkat serangan tinggi, di atas permukaan tanah terdapat ujung ujung cabang pohon yang mati, diikuti dengan berkembangnya tunas tunas dari cabang cabang di bawahnya, daun layu kemudian gugur.

Pengendalian


Pencegahan tanaman durian yang terkena serangan ini bisa dilakukan dengan memperbaiki drainase  serta memilih batang bawah yang tahan penyakit. Tanaman sudah telanjur terserang harus dibongkar dan dimusnahkan. Sementara pengobatannya bisa menggunakan fungisida berbahan aktif mankozeb, seperti Dithane M 45 sesuai dosis yang disarankan. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Bibit Durian dengan Semai Batang Bawah

Cara Membuat Bibit Durian

Sejatinya, perbanyakan tanaman durian dapat dilakukan dengan dua cara; yakni secara generatif dengan menggunakan bagian tanaman (akar, batang dan daun). dan kedua adalah dengan perbanyakan vegetatif yakni berupa stek, anakan, okulasi, sambungan dan kultur jaringan.
Okulasi , sambungan stek, stek sambung mempunyai keunggulan karena dapat menggabungkan dua sifat yang diinginkan dari dua individu tanaman yang berbeda sehingga disebut juga sebagai cara perbanyakan vegetatif dengan perbaikan.

keunggulan perbanyakan vegetatif lainnya khususnya sambung pucuk pada tanaman durian adalah dapat dilakukan lebih awal pada persemaian batang bawah yang baru berumur dua bulan dengan tingkat keberhasilan sambungan tinggi, yakni sekitar 80 %. Dengan teknik sambung pucuk, para petani penangkar benih tanaman durian memperoleh mutu dalam waktu yang singkat.

Di samping itu, dengan cara seperti ini mutu genetik dapat dipertahankan  bahkan ditingkatkan dan diperoleh pohon yang dapa…

Mengenali Tanda-Tanda Durian Siap Panen

Mengenali Tanda-Tanda Durian Siap Panen Setelah bibit durian ditanam dalam waktu tertentu, hal yang ditunggu tentu saja saatnya menanen. Pemanenan adalah tahap yang penting dalam berkebun durian. Pada tanaman yang sudah tua jumlah durian  yang dapat dipanen dalam satu pohon berkisar 60-70 butir pertahun dengan bobot rata-rata 2,7 Kg. Apabila diinginkan jumlah buah yang lebih banyak akan berisiko pada penurunan bobot buah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan dilakukan pemanenan buah durian di antaranya adalah ciri buah yang siap panen, waktu pemanenan yang tepat dan cara pemetikan yang benar. 1.Ciri dan Umur Panen Waktu panen pada durian umumnya berbeda-beda, tergantung pada jenis variates dan asal bibit.  Pada umur 8-10 tahun, durian lokal yang berasal dari okulasi atau sambung pucuk sudah mulai berbunga. Sementara pada durian genjah, seperti chanee dan montong, tanaman sudah bisa menghasilkan buah pada umur 4-5 tahun sejak ditanam dengan bibit yang sama dari okulasi ata…

Membuat durian berbuah di luar musim

Membuat durian berbuah di luar musim
Secara umum, tanaman durian mulai berbuah di bulan Agustus sampai November. Namun, seiring perkembangan zaman, kini durian bisa dkembangkan dan dipanen tanpa mengenal musim. Anda tentu penasaran bagaimana cara membuat durian tetap berbuah, walau di luar musim? Berikut ulasannya
Pertama, cara mekanis. Cara ini sudah banyak dilakukan oleh nenek moyang kita yang berkebun durian sejak lama. Pada prinsipnya, cara mekanis ini mengubah perbandingan unsur karbon dan nitrogen dalam tanaman. Nah, cara mekanis ini bisa dilakukan dengan lima cara berikut ini. Pertama, kerat. Yaitu dengan mengerat pembuluh floem (kulit pohon) secara melingkar sepanjang lingkaran pohon sampai terlihat pembuluh xylem (kayu pohon). Kedua, Pruning. Yaitu dengan memangkas daun, cabang dan ranting pohon gundul atau hanya menyisakan sedikit daun (kira kira 100 daun untuk 1 kg buah)
Ketiga, pelukaan. Yaitu dengan melukai pembuluh floem dengan benda tajam. Bentuknya bisa dengan mengerok, m…